bulir sunyi


Menolak Lupa 1998
May 21, 2014, 5:20 am
Filed under: Uncategorized

Salah satu alasan kuat mengapa kita harus ikut memilih pada pemilu nanti

a madeandi's life

http://ismaielcreativity.blogspot.com

Beberapa kawan menjemput saya di kos di Blunyah Gede. Sore masih belia, hari belum gelap ketika kami berdiskusi serius di kamar sederhana itu. Tak lama berselang, kami sudah berada di kampus dan bersiap merencanakan aksi esok hari. Hari telah gelap, kami berkumpul di sebuah ruang yang biasa digunakan oleh BEM Teknik UGM untuk rapat dan berkegiatan. Saya memegang kuas, memandang penuh gelisah kain putih di depan kami. Semua nampak tegang, belum sepenuhnya yakin dengan keputusan kami. “Tulis saja, Ndi, masa’ kita nggak berani?!” kata seorang kawan memberi semangat.

Saya celupkan ujung kuas pada kaleng cat yang sudah terbuka sejak tadi. Dengan tangan yang agak bergetar, saya sentuhkan ujung kuas yang berlumur cat itu ke kain yang putih bersih. Teman-teman saya seperti bersorak dalam hati tetapi tidak satupun berani bicara. Satu persatu huruf tertulis di atas kain itu sampai akhirnya terangkai satu frase “TURUNKAN SOEHARTO”. Saya merasa telah melewati satu…

View original post 757 more words



Kembali ke Fitrah: Sebuah Epilog
October 30, 2012, 5:18 am
Filed under: 31HariMcsMenulis

Akhirnya berakhir juga kegiatan—yang semoga mulia—ini, berkomitmen bersama lima orang teman lainnya untuk bercerita tentang apa saja setiap hari di blog masing-masing. Menyenangkan tentu, tapi pasti ada unsur lelahnya juga. Bayangkan saja, merubah kebiasaan secara tiba-tiba, dari saya yang biasanya menulis di blog yang kalau dirata-ratakan jadi setahun dua kali, menjadi harus menulis setiap hari. Seperti dipaksa bangun pagi padahal kita baru tidur pukul 5 pagi karena harus mengikuti ujian pukul 7 pagi rasanya, begitu menyiksa! 🙂

Mungkin memang benar apa kata pepatah, “alah bisa karena biasa”. Tapi rasanya belum cukup waktu 31 hari bagi saya untuk membuat “bercerita melalui tulisan” menjadi kegiatan yang “mudah dilakukan”.

Ditengah-tengah perjalanan kegiatan ini saya sempat berpikir, “apa yang sedang saya lakukan, ditengah tesis yang seharusnya saya kerjakan, saya malah terdampar kesana-kemari membaca blog-blog yang saya sukai, membaca dengan lebih seksama gaya bertutur mereka sambil berharap bisa membentuk gaya bertutur saya sendiri.” Blog-blog yang saya kunjungi tersebut tentu bukan milik orang-orang ilmu pasti, pemiliknya adalah “orang-orang sosial”. Panjang ceritanya kalau ditanya bagaimana cerita sampai saya bisa terdampar di blog-blog tersebut, yang pasti saya sangat suka dengan cerita-cerita yang mereka rangkai hingga sering lupa waktu dibuatnya ketika berkunjung kesana.

Sampai akhirnya terlintas dipikiran saya, “wajar saja mereka begitu pandai menenun cerita, di samping faktor jam terbang, tentu mereka juga sudah mengantongi teori-teori tentang penulisan yang mereka dapatkan di kelas.” Hal inilah yang membuat saya akhirnya mulai berpikir untuk “kembali ke jalan yang benar” :). Lebih menekuni lagi apa yang saya dapatkan di kelas hingga dapat menghasilkan sesuatu yang semoga bisa bermanfaat bagi orang lain, syukur-syukur kalo juga ada yang mengapresiasi.

Hal yang paling dekat tentu saja tesis. Saya sudah melewatkan semester lalu begitu saja tanpa ada progress berarti. Sebenernya si pengen menyelesaikan tesis semester ini, tapi nampaknya butuh keajaiban untuk bisa mewujudkan hal itu. Walau tidak bisa selesai semester ini, paling tidak harus ada progress berarti sampai akhir semester ini. Jadi, misalnya memang harus dilanjut semester depan, mudah-mudahan bisa diselesaikan di awal-awal semester. Rasanya sudah tidak sabar untuk memulai kehidupan baru di Bali 🙂

Mungkin kegiatan ini tidak memiliki keterkaitan langsung dengan topik tesis yang saya angkat, tapi paling tidak melalui kegiatan ini saya jadi diingatkan kembali pada “fitrah saya sebagai seorang mahasiswa ilmu komputer.” Selain itu saya jadi punya modal tambahan sekarang, “sudah mulai terbiasa untuk begadang lagi” 🙂

Selamat melanjutkan perjuangan kembali teman-teman!!

O ya, kelihatannya blog ini tidak akan saya update lagi untuk kedepannya, saya cukupkan sampai disini saja. Untuk selanjutnya saya bisa ditemui di tudipa.blogspot.com. Beberapa cerita yang masih belum saya selesaikan disini—tentang ‘pendakian rinjani’, ‘tempat makan disekitar bandara’ dan seri ‘teruntuk ibu-ibu kami para mahasiswa jogja’—rencananya nanti akan saya lanjutkan di blog yang sudah dipenuhi sarang laba-laba tersebut 🙂



Hari #31: Pulau Kecil Tenggara Pulau Bali
October 16, 2012, 3:09 pm
Filed under: 31HariMcsMenulis

Panas terik sedang menggantung di langit, sudah waktunya kapal mengantar kami menuju seberang. Waktu itu sekitar pukul 12 siang, kami hendak menyeberang selat Bali untuk menuju Nusa Penida, salah satu dari tiga pulau yang ada di sebelah tenggara pulau Bali.

Wisata rohani nampaknya merupakan kata yang paling pas untuk menggambarkan perjalanan kami waktu itu. Menyaksikan keindahan bentang alam pantai di ujung selatan Bali sambil mengunjungi tempat-tempat suci yang ada di sana.

Hamparan ladang rumput laut tampak di beberapa lokasi di bibir pantai sebelum kami sampai di Pura Giri Putri. Pura ini begitu unik, berada di dalam sebuah goa. Harus mengantri satu persatu untuk melewati mulut goa yang hanya cukup untuk dilalui satu orang. Awalnya kita harus berjongkok untuk memasuki mulut goa, tapi semakin ke dalam atap goa akan semakin meninggi sampai didahapkanlah kita pada areal begitu luas di dalam goa yang mungkin ada selebar lapangan bola.

Pura Puncak Mundi adalah tujuan kedua, pura ini terletak di atas bukit, tapi tidak perlu susah payah mendaki untuk mencapai pura itu karena angkutan yang kami tumpangi dapat langsung sampai di parkiran yang ada di sekitar pura.

Pura Penataran Agung Ped yang merupakan pura terbesar di daerah Nusa Penida menjadi tujuan terakhir sekaligus tempat makemit kami. Pura ini lebih dikenal dengan sebutan Pura Dalem Ped sebenarnya, namun menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Ped, Wayan Sukasta, nama sebenarnya dari pura tersebut adalah Pura Penataran Agung Ped. Sebutan “Pura Dalem” yang lebih luas dikenal oleh masyarakat, bukanlah mengacu pada Pura Dalem yang merupakan bagian dari Tri Kahyangan (Puseh, Dalem dan Bale Agung), melainkan Dalem untuk sebutan Raja yang berkuasa di Nusa Penida pada zaman itu. “Dalem atau Raja dimaksud adalah penguasa sakti Ratu Gede Nusa atau Ratu Gede Mecaling” katanya.

Ada lima lokasi pura yang bersatu pada areal Pura Penataran Agung Ped. Pertama Pura Segara yang merupakan tempat berstananya Batara Baruna. Pura ini terletak pada bagian paling utara dekat dengan bibir pantai. Beberapa meter mengarah ke selatan ada Pura Taman dengan kolam yang mengitari pelinggih yang ada di dalamnya. Pura ini berfungsi sebagai tempat penyucian. Mengarah ke baratnya lagi, ada Pura utama yakni Penataran Ratu Gede Mecaling sebagai simbol kesaktian penguasa Nusa pada zamannya. Di sebelah timur pura utama terdapat sebuah lokasi yang merupakan pelebaan Ratu Mas. Terakhir, di areal jaba tengah ada Bale Agung yang merupakan linggih Bhatara-bhatara pada waktu ngusaba.

Layaknya pura-pura di Bali pada umumnya, masing-masing pura yang ada disana juga dilengkapi dengan pelinggih, bale perantenan dan bangunan-bangunan lain sesuai fungsi dari masing-masing pura tersebut. Selain itu di areal jaba pura juga terdapat sebuah wantilan yang berbentuk bangunan balai banjar model daerah Badung yang biasa dipergunakan untuk pertunjukan kesenian.

Perpaduan antara lokasi pura yang tidak lazim, gelap malam, angin laut, debur ombak ditambah lagi berbagai mitos yang tersimpan dikepala ketika “makemit” di Pura Penataran Agung Ped benar-benar menghadirkan nuansa tersendiri yang nampaknya akan sulit ditemukan ditempat lain.

Berikut sedikit gambar-gambar perjalanan yang kami lakukan waktu itu.

“roro” ferry padang bay-nusa penida

angkutan yang mengantar kami berkeliling

budidaya rumput laut yang terlihat dari jalan

pura giri putri, pura yang berada didalam gua yang besarnya sekitar besar lapangan bola


pelabuhan nusa penida

hasil tangkapan nelayan setempat, harga ikan tongkol 2500/ekor murah sekali!!

 

Catatan:

– tulisan ini merupakan hasil kolaborasi bersama adik saya, foto-foto yang terpasang merupakan dokumentasi pribadinya, dan cerita perjalanannya saya rangkai berdasar hasil penuturannya kepada saya 🙂

cerita tentang Pura Penataran Agung Ped saya kutip dari sini http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2006/6/7/bd1.htm



Hari #30 : BOOT UJI COBA
October 15, 2012, 3:12 pm
Filed under: 31HariMcsMenulis

“hello world” kata pertama, ini juga sudah tidak asing lagi bagi yang menggeluti bidang ini.
tanpa banyak instalasi perangkat-perangkat tambahan, ap yg bisa ditampilkan disini – command prompt – ?

ada – yg pernah saya coba – tanpa banyak perangkat-perangkat tambahan. Satu yang harus ada yaitu JDK (Java Development Kit) yang sudah diinstalasi.
Begini dimulainya…
 

Ketikkan kode tersebut dalam editor – notepad –

dimana saya simpan pada directori C:\java -> boot.java

bagaimana meng-compile?
windows? pastikan %PATH% anda sudah ada pada
“C:\Program Files\Java\jdk1.7.0”

pengecekan?
search “View Advance System Setting”
Advanced >> Environmen Variables
Jika Path sudah ada seperti ini :

 
Jika belum ada “PATH”, seperti ini

buat “PATH” nya sendiri, New >> and then

isikan “PATH” pada variabel name
dan variabel value dengan lokasi java\bin berada.

jalankan , buka command prompt
lakukan pemanggilan menuju folder penyimpanan Boot.java tadi.

selanjutnya.. ketikkan perintah ini
>> javac Boot.java
>> java Boot

tampillah “BOOT UJI COBA” saya pada command prompt. yang iseng ini..

oya, kenapa harus mempuat “PATH” ?
karena jika tidak muncul hal seperti ini

dimana javac.exe bukanlah sebuah command external maupun internal, supaya dikenal sebagai perintah / command external maka perlu ditambah sebuah variable. 🙂



Hari #29: Roulette Wheel Selection
October 14, 2012, 1:00 pm
Filed under: 31HariMcsMenulis

Dalam algoritma genetika, proses seleksi merupakan proses pemilihan orang tua untuk reproduksi (biasanya didasarkan pada nilai fitness). Seleksi bertujuan untuk memberikan kesempatan reproduksi yang lebih besar bagi anggota populasi yang paling baik.

Ada beberapa metode untuk memilih kromosom antara lain seleksi roda roulette (roulette wheel selection), seleksi rangking (rank selection), seleksi turnamen (tournament selection) juga terdapat pengembangan dari metode-metode tersebut, salah satunya adalah seleksi ranked-based roulette wheel.

ROULETTE WHEEL SELECTION

Seleksi dengan roulette wheel memilih anggota populasi tertentu untuk menjadi orangtua dengan probabilitas sama dengan fitness dibagi dengan total fitness populasi. Pada seleksi ini, orangtua dipilih berdasarkan fitness mereka. Lebih baik suatu individu, lebih besar kesempatan terpilih. Probabilitas suatu individu terpilih untuk perkawinan silang sebanding dengan fitnessnya.

Seleksi dengan menggunakan metode roulette wheel dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Contoh penyelesaian kasus dengan metode seleksi roulette wheel:

Misalkan kita mempunyai 11 individu di dalam populasi saat ini dengan nilai fitness yang telah diketahui seperti terlihat pada tabel, ingin diketahui populasi baru yang terbentuk dengan menggunakan metode seleksi roulette wheel.

Nomer Individu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Nilai Fitness (fk) 2.0 1.8 1.6 1.4 1.2 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Langkah-langkah penyelesaian

Lakukan perhitungan yang sama untuk seluruh individu sehingga didapat nilai probabilitas seleksi untuk masing-masing individu seperti pada tabel berikut:

Nomer Individu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Nilai Fitness (fk) 2.0 1.8 1.6 1.4 1.2 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Probabilitas Seleksi (pk) 0.18 0.16 0.15 0.13 0.11 0.09 0.07 0.06 0.03 0.02 0.0
  1. Bangkitkan bilangan acak [0-1]

    Misal bilangan acak yang dibangkitkan untuk masing-masing iterasi sebagai berikut:

    iterasi/trial ke-1 : 0.81

    iterasi/trial ke-2 : 0.32

    iterasi/trial ke-3 : 0.96

    iterasi/trial ke-4 : 0.01

    iterasi/trial ke-5 : 0.65

    iterasi/trial ke-6 : 0.42

  2. Pilih individu dimana bilangan acak tersebut berada sebagai parent

    Hasil pemilihan individu dari bilangan acak yang dibangkitkan untuk setiap iterasi adalah seperti terlihat pada gambar.


Dari gambar dapat dilihat bahwa pada trial pertama, dibangkitkan bilangan random 0.81, bilangan tersebut berada pada rentangan individu ke 6, maka individu tersebut dipilih sebagai parent pertama, begitu juga selanjutnya sehingga didapat populasi baru yang terdiri dari individu-individu nomor 1, 2, 3, 5, 6 dan 9.



Hari #28: Pulang
October 13, 2012, 4:52 pm
Filed under: 31HariMcsMenulis

Semalam, udara di basecamp New Selo begitu dingin. Saya jadi malas beranjak dari pojokan tempat saya bersandar. Nampaknya jaket tebal yang saya kenakan juga kantong tidur dimana saya memasukkan badan masih belum cukup untuk menahan dingin.

Saya hendak melakukan pendakian malam kemarin. Sengaja saya datang lebih awal agar bisa istirahat yang cukup di basecamp sebelum melakukan pendakian pada tengah malam.

Tengah malam tiba, saya melakukan pendakian bersama dua orang teman. Mereka adalah orang-orang yang menjadi panutan saya dalam hal mendaki gunung. Entah apa saja yang sudah mereka korbankan demi mencapai hasrat untuk menggapai puncak-puncak tertinggi di Pulau Jawa. Ingin sebenarnya seperti mereka, mungkin nanti ketika keadaan sudah memungkinkan.

Saya selalu tertinggal dibelakang. Hanya tiga kali mereka berhenti sebelum sampai pos satu. Benar-benar gila!!. Baru saja saya menginjakkan kaki di pos satu, mereka sudah berangkat dengan hanya meninggalkan kata “semangat”. Perlahan saya coba menyusul mereka, langkah demi langkah saya hitung untuk tetap menjaga konsentrasi.

Pertigaan jalur lumut sudah didepan, tandanya jalur landai membentang mungkin untuk 40 menit kedepan. Saya bisa melihat sesekali kedua teman saya itu menyorotkan senter ke arah belakang untuk memeriksa keberadaan saya.

Pos dua pun berhasil saya gapai. Tentu kedua teman saya itu sudah berada disana. Mereka hanya senyam senyum lalu berkata “ayuk lanjut, sedikit lagi sampai pasar bubrah”. Tentu saja tidak saya hiraukan. Tanjakan terakhir sebelum pos 2 begitu menyita tenaga. “Sebentar lah, sepuluh menit lagi” tawar saya pada mereka.

Istirahat yang cukup membuat semangat berkobar lagi. Pasar bubrah bisa kami gapai dalam waktu yang cukup singkat.

Langit masih gelap, dingin semakin menusuk tulang. Berlindung diantara bebatuan sekiranya mampu sedikit mengurangi tusukan-tusukan dingin. Setelah mencari disekitar, akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang kiranya cukup layak untuk tiga orang merebahkan badan. Begitu lelah, saya lalu menggelar matras dan masuk ke dalam kantong tidur dan tertidur.

Ketika bangun, langit sudah terang. Batu-batu yang tadi mengelilingi sudah tidak ada lagi, kedua teman saya juga. Saya dikelilingi dengan tembok sekarang. Ah, saya sedang bermimpi rupanya.

Nampaknya saya sedang merindukan suasana pendakian. Sudah cukup lama saya tidak melakukannya.

Pendakian terakhir yang saya lakukan adalah ke gunung sumbing pada bulan juli yang lalu. Setelah itu saya hanya sempat mendaki dua bukit, puncak keramat di Bedugul Bali dan Gunung Api Purba Nglanggeran di bukit Patuk Gunung Kidul. Walau rindu, saya mesti menahan diri. Saya hendak menepati janji untuk istirahat mendaki sementara waktu pada kedua orang tua saya.

Gunung merupakan salah satu tempat tujuan “pulang” bagi saya. Sama seperti rumah, ada kenyamanan serupa yang bisa saya temui disana. Di gununglah saya baru benar-benar bisa menemukan makna dari kalimat “rumah bisa ditemukan dimanapun, asal hatimu berada disana”.



Hari #27: Insane Rambling Monologue
October 12, 2012, 4:55 pm
Filed under: 31HariMcsMenulis

Hampir saja saya lupa dengan kegiatan 31HariMcsMenulis ini. Perhatian saya benar-benar buyar belakangan. Coba saja lihat beberapa postingan terakhir saya, terserabut entah kemana. Postingan ini apa lagi. Bagaimana tidak, sebagian besar tulisan itu baru mulai saya kerjakan sekitar jam 10 malam. Hanya cerita berjudul “Gerbong Hangat Sritanjung” saja yang rasanya saya kerjakan dalam waktu yang cukup panjang.

***

Kemarin saya menemukan tautan ke salah satu blog mahasiswa S1 ilmu komputer UGM dari halaman facebook seorang dosen. Ini tautannya: http://chiell.wordpress.com/2010/07/13/tips-lulus-dari-ilmu-komputer-ugm/

Ide mereka oke punya, membuat sebuah tempat workshop untuk mengerjakan skripsi bersama-sama. Hasilnya lebih oke lagi, target mereka untuk bisa wisuda pada bulang yang diinginkan benar-benar bisa tercapai.

***

Dua hari lagi saya hendak pulang ke Bali, ada saudara sepupu yang akan menikah, kalau ada yang mau ikut atau nitip oleh-oleh atau memberi belak, dipersilahkan, dengan senang hari saya akan menerimanya.

***

5 hari lagi kegiatan 31HariMcsMenulis ini akan berakhir. Itu berarti sudah 27 hari nonstop saya sukses untuk memaksa diri menulis disini.

***
Jogja sudah mulai dingin sekarang, itu pertanda waktu tidur nyenyak tiba.
***
Ah, postingan kali ini benar-benar random, kurang lebih begitulah isi kepala saya, begitu cepat berpindah dari satu hal ke hal yang lain.
***